Senin, 21 April 2014

Petikan Ceramah Seputar Bakti 05



Petikan Ceramah Master Chin Kung Seputar Bakti 05

Kegagalan Pendidikan Masa Kini

Orang Tiongkok jaman dulu juga tahu bahwa sekolah itu adalah untuk menjadi insan bijak, bukan untuk menjadi pejabat tinggi, atau menjadi orang kaya, bukanlah demikian, sama sekali tidak berkaitan dengan hal ini. Menjadi pejabat dan orang kaya berkaitan dengan menimbun kebajikan, memupuk moralitas, pada kelahiran lampau menimbun moralitas besar,  melatih kebajikan besar, pada kelahiran sekarang menerima buah karma, beginilah asalnya. Sekolah bukanlah ditujukan untuk hal ini, tetapi dengan mengecap pendidikan adalah agar anda menjadi orang suci dan bijak, kebenaran ini harus dipahami. Jika tidak demikian, maka sampai di mana arah pendidikan yang anda terima, apakah tujuannya sudah benar atau menyimpang.

Maka itu pendidikan kini bermasalah, arah dan tujuannya sudah salah. Setelah memperoleh gelar Doctor, tidak tahu berprilaku baik, tidak tahu berbakti pada ayahbunda. Bahkan waktu dulu Guru Li (Upasaka Li Bing-nan), dalam ceramahnya pernah menceritakan pada kami, ada sebuah keluarga dimana ayahbunda bekerja sebagai petani, bekerja keras dan berhemat, sehingga anaknya bisa berhasil, dan melanjutkan sekolah di luar negeri. Setelah mendapatkan gelar Doktor dan pulang kembali ke Tiongkok, malu bertemu dengan ayahbundanya, mengapa demikian? Karena ayahbunda hanyalah petani, tidak sekolah, rasanya memalukan.

Lihatlah, buat apa dia sekolah? Semakin tinggi prestasinya, semakin tinggi gelarnya, maka semakin angkuh, perlahan matanya sudah pindah ke atas kepalanya, sudah tidak dapat melihat ayahbundanya lagi. Ayahbunda sangat sedih dan menyesal, lebih baik tidak menyekolahkannya, berladang saja di rumah, dia masih tahu berbakti.

Ini adalah kisah nyata. Semakin tinggi kedudukan dan semakin besar kekuasaannya, maka semakin memandang rendah pada orang lain, melihat ayahbunda tidak mampu, di hadapan para tamunya, andaikata ayahbunda ada di sana, maka dia merasa ayahbundanya membuatnya jatuh gengsi, maka itu ingin berada jauh-jauh dari ayahbundanya.

Ini adalah hasil akhir dari sekolah, bukankah ini sungguh memprihatinkan? Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena pendidikan yang dia terima bukan berasal dari ajaran para insan suci dan bijaksana, pendidikan yang dia terima adalah bagaimana untuk memanfaatkan orang lain demi kepentingan diri sendiri, secara keseluruhan dididik dalam lingkungan yang penuh keegoisan.

Maka itu mereka menganggap bahwa konsep pemikiran ini adalah benar adanya, budaya barat adalah demikian adanya. Begitu mengecap pendidikan barat, orang Tiongkok akan berubah jadi kebarat-baratan, meskipun bertampang orang Timur namun pemikirannya sudah seperti orang barat.

Petikan Ceramah Master Chin Kung 3 Maret 2012




今人教育之弊端

中國古人都知道,讀書志在聖賢,不是在做大官、發大財,不是,與那個不相干。做官、發財是與修善、積德有關係,過去生中積的有大德、修的有大善,這一生感得的果報,是這麼來的。讀書不是這個意思,讀書提升你作聖人、作賢人,這個道理一定要懂。否則你書讀到哪裡去了還不曉得,你的方向、目標全迷失了。

所以今天教育是大有問題,方向目標全錯了。博士學位拿到了,不會做人,不知道孝養父母。甚至於,真的,不是假的,從前李老師告訴我們,講經的時候講給我們聽的,父母是農村農家人,省吃儉用,把小孩子培養成就,到國外去留學。外國拿了博士回到中國來,不好意思見父母,為什麼?父母是農民,沒有知識,好像很沒有面子。

你看看,這念書是什麼?,書念得愈好,學位愈高,眼睛慢慢就長長到頭頂上去,看不到父母了。父母傷心、後悔,不如不教他念書,在家裡耕田,他還懂得孝順。完全是事實,不是編的故事。地位愈高、權勢愈大愈瞧不起人,看到父母無能,他在賓客面前,如果父母在的話,覺得父母替他丟人,要把他趕得遠遠的。

這是讀書讀到最後的結果,那叫人傷心。這是什麼?他所受的教育不是聖賢教育,他所受的是功利教育,完全是從自私自利環境裡頭培養出來的。所以他那個概念都認為是正確的,外國都是這樣的。到外國一留學,不是中國人,變成外國人了,樣子是中國人樣子,腦袋思想是外國人的,被外國同化了。這是真的,不能不知道。

文摘恭錄淨土大經科註(第二二五集)2012/3/3 檔名:02-037-0225